|
Dalam kegelapan malam.. Kumendengar gemericik air yang menenangkan jiwa Membentuk sebuah simponi alam dalam kegelapan Seperti memainkan lagu sendu Diantara kekosongan hatiku
Dalam kegelapan malam .. Kurindukan mentari dengan cahayanya yang sombong Merasuk masuk kedalam jendela kaca Mengirimkan sinyalnya akan datangnya pagi Menghentikan alur dari mimpi indah tentangmu
Dalam kegelapan malam.. Kumainkan jemariku pada sebuah gitar tua Diiringi angin yang bersiul diantara hamparan rumput kering Bersama nyanyian jangkrik yang begitu sempurna Lalu dari situ kubuat sebuah bait lagu indah tentangmu
Dalam kegelapan malam.. Kumenatap ribuan bintang Dengan sinarnya yang begitu indah Yang menari diantara cahaya bulan separuh purnama Membuatku teringat akan senyumanmu Yang terus membayangi di alam sadarku
Didalam kegelapan malam.. Kutermangu dibuai mimpi Mimpi akan datangnya seorang bidadari Lalu menyapaku dengan senyumannya yang suci Dan membawaku terbang jauh ke dasar hati Membebaskan diriku dari segala rasa sepi
puisi malam, syair malam, puisi cinta, syair cinta, sajak cinta, sajak malam, puisi malam
Pada Saatnya, Ketika musim berganti Dan gugusan mendung yang ranum Menitikkan tetes hujan pertama Biduk yang kukayuh akan merapat ke dermagamu Menyibak kabut keraguan Lalu mendamparkan hasrat yang hangat dibakar rindu
Pada Saatnya,
Di ujung perjalanan Akan kubingkai binar matamu Bersama gelegak gairah jiwaku Menjadi lukisan indah di lekuk cakrawala Dalam leleh cahaya bulan melumuri langit ditingkah semilir angin laut dan tarian ombak membelai lembut kristal pasir pantai
Pada Saatnya,
Akan kubuatmu terjaga dari lelap tidur lalu bersama merajut impian yang tak segera usai, Dalam genangan cinta dipalung kalbu Dan getar cumbu tak berkesudahan
Ada rindu yang mendamaikan, Ada rindu yang menyakitkan, Ada rindu yang menyeksa, Ada rindu yang membibitkan rasa, Rasa sayang, rasa kasih, rasa cinta, .......Cinta pada Penciptanya .......Kasih pada yang melahirkannya
Sayang pada yang dirinduinya Rindu.... Ungkapan yang ada kalanya mengasyikkan, Ada tikanya memedihkan.... ........dan aku...sang perindu...merinduinya... Seumpama pungguk yang merindukan bulan... Bulan yang dikejauhan.... Lalu... Bagaimana harusku luahkan.... Rindu yang terpendam didasar hati... Rindu yang menggetar jiwa... Rindu yang tak terluah dengan kata-kata... Ku terdengar bisikan bayu malam
Lihat saja pada alam, Alam mampu meluahkan... Ya...alam..Indah sungguh ciptaan-Mu tuhan.. Di saat itu, Bila rindu menerjah di hati, Ku tenung bintang... Bintang yang menghiasi malam... Meluahkan kerinduan dengan kerlipan... Umpama diriku..merinduimu dikejauhan... Bulan… Terangilah malamnya.. Agar dapat ku tatapi wajahnya… Laut.... Sampaikan bisikan ku pada ombak... Agar membawa bersama pesanan rinduku.
Unggas... Nyanyikanlah lagu rindu ku... Agar dirinya tidak kesunyian... Mentari... Sinarilah harinya.. Agar terukir senyuman dibibirnya... Buat yang dirindui… Hiasilah dirimu dengan rimba kebahagiaanan… Rimba yang akan ditemani bulan tatkala malam, Dihiburkan sang unggas tika kesunyian… Disinari mentari dikala dirimu kegelapan… Agar tiada lagi titis kesedihan yang menghujanimu… dan aku.. hanyalah sang perindumu... berarak bersama awan... memerhatikanmu dari kejauhan... bersama RINDU yang terpahat dihati...
Pernahkah kau bayangkan Rangkaian mimpi yang kupahat di temaram langit Adalah wujud rinduku yang luruh dalam hening Dan tenggelam dalam kerik jengkerik di beranda
Pernahkah kau bayangkan Disetiap rentang waktu yang riuh dimana kurekat erat binar matamu Selalu kutitipkan harap disana Dalam desau angin dan desir gerimis senja
Pernahkah kau bayangkan Pada kelopak mawar disudut taman Dan jernih embun yang menitik diatasnya Kusimpan gigil gairahku yang membara padamu Disetiap tarikan nafas saat kulukis paras purnamamu di kanvas hatiku
|
Ronan Keating | If Tomorrow Never Comes
Read Lyrics - Forward this Song to your Friends